Minggu, 27 November 2011

classic movies

belakangan saya lagi cinta sama film-film klasik Hollywood. Baru-baru ini saya hedon ngabisin bandwidth internet buat download beberapa film, kayak Cleopatra, Breakfast at Tiffany's, Rocky Horror Picture Show, sama The Wizard of Oz. Beberapa film masih dalam waiting list. Salah satunya, The Phantom of The Opera. :)


It's better to look at the sky than live there. Such an empty place; so vague. Just a country where the thunder goes and things disappear. (Holly Golightly - Breakfast at Tiffany's)

Kamis, 17 November 2011

duadua

umur saya sudah memasuki angka kembar yang kedua. kalau dihitung jumlah hari, berarti saya udah ada di bumi sekitar 8035 hari.


Delapan ribu tiga puluh lima hari itu diawali terlebih dahulu dengan keberadaan saya di rahim emak saya nyaris setahun (11 bulan lebih sekian). BENER-BENER NGEREPOTIN! Udah gitu, berat saya pas lahir juga nggak karuan. Bayangin emak saya harus jalan sana sini sambil bawa kandungan 5,2 kg.

Untung emak saya nggak bosen dan mau nunggu saya lahir dengan sewajarnya, sempurna, botak, dan sehat. And I thank Mom for that.


Ayah saya adalah orang paling sabar sedunia. Paling sabar sampek bikin orang yang sebel sama Ayah speechless. Waktu kecil, saya cengeng. Minta ini itu harus diturutin. Banyak maunya.

Kata Mamak, Ayah yang paling sabar menghadapi tangisan saya. Menghadapi kerewelan saya. Sampai saat ini. Makasih Ayah. Ayah memang no.1 di dunia. I learn so many things from you, Dad. And I thank you for that.


Ada satu orang yang menjadi sahabat tapi sekaligus jadi musuh abadi saya. Kakak. Orang yang satu ini entah kenapa selalu penuh dengan kejahilan. Sebagian besar foto masa kecil saya yang ada kakak di dalamnya, diisi dengan wajah manyun.

FYI, si Kakak ini juga yang ngasih nama saya. So, for what I am today, for being a Tanti, I thank my only sister.


Banyak orang yang sebenarnya harus saya ucapkan terima kasih untuk segala sesuatu yang sudah membentuk saya sampai detik ini. Atok, Nenek, Ibuk, Uwak, Om, sepupu, pacar, sahabat, guru, dosen, tetangga, dan semua orang yang pernah berpapasan dengan saya.


Dua puluh dua tahun ini cuma angka. Tidak berarti apa-apa kalau saya belum memberi manfaat sekecil apapun untuk siapapun. The time is ticking.

Senin, 14 November 2011

another trip

yak! ternyata emang udah lama banget saya dan sahabat-sahabat nggak jalan kaki telusur kota. dulu, pas semester 5-6, kami pasti ngusahain waktu buat jalan. kemanapun. mulai dari yang tujuannya jelas samapai yang tujuannya nggak ada.

semua mulai sibuk, dan baru sekarang kerasa kangennya sama "bau" kota dan semua rahasia yang disimpen tiap-tiap sudutnya. cerita baru, ilmu baru, rasa penasaran baru, nafas baru. rindu itu udah nggak tertahan. Januari nanti kami lampiaskan.

foto dari Museum BI. diambil pas jalan-jalan super singkat.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Hey There, Delilah!!

Hey there Delilah
What's it like in New York City?
I'm a thousand miles away
But girl, tonight you look so pretty
Yes you do
Times Square can't shine as bright as you
I swear it's true

Hey there Delilah
Don't you worry about the distance
I'm right there if you get lonely
Give this song another listen
Close your eyes
Listen to my voice, it's my disguise
I'm by your side

Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me
What you do to me

Hey there Delilah
I know times are getting hard
But just believe me, girl
Someday I'll pay the bills with this guitar
We'll have it good
We'll have the life we knew we would
My word is good

Hey there Delilah
I've got so much left to say
If every simple song I wrote to you
Would take your breath away
I'd write it all
Even more in love with me you'd fall
We'd have it all

Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me

A thousand miles seems pretty far
But they've got planes and trains and cars
I'd walk to you if I had no other way
Our friends would all make fun of us
and we'll just laugh along because we know
That none of them have felt this way
Delilah I can promise you
That by the time we get through
The world will never ever be the same
And you're to blame

Hey there Delilah
You be good and don't you miss me
Two more years and you'll be done with school
And I'll be making history like I do
You'll know it's all because of you
We can do whatever we want to
Hey there Delilah here's to you
This one's for you

Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me
Oh it's what you do to me

What you do to me.



Ah, semuanya berputar di otak saya bersama lagu ini.

Rewind, rewind, rewind.

Kamis, 13 Oktober 2011

dadar gulung

demi lima dadar gulung, kamu rela balik ke kampus.
itu satu dari sekian hal termanis.
dan lima dadar gulung itu pun jadi tambah manis. :)

Minggu, 08 Mei 2011

berubah.

orang bijak jaman dulu bilang, satu hal yang tetap adalah perubahan, dan sejak kecil saya tau kalo semua orang pasti bakal berubah.

nah, belakangan ini, saya mulai banyak bertanya sama diri saya sendiri. sudahkah saya berubah? seberapa jauh?

cerita di balik pertanyaan ini adalah ketika saya melihat orang-orang di sekitar saya jadi orang yang berbeda, meskipun nggak semuanya. yang dulunya ceria, jadi lebih pendiam dan pemikir. yang dulu gayanya cuek, sekarang jadi terikut arus. yang dulunya pede sama tubuhnya, jadi super nggak pede. dari yang dulu nggak suka dandan, sekarang jadi concern banget sama yang namanya make-up. masih banyak lah cerita before-after yang saya amati belakangan ini.

saya senang kalau mereka berubah jadi orang yang lebih baik. tapi, bersamaan dengan perubahan itu, they've lost some parts of themselves. udah bukan orang yang sama lagi. less special. lagi-lagi, nggak semuanya kayak gitu.

jadi saya mikir lagi. what is the right thing to do? following the common sense about "the standards of appearance and attitude" or following your own common sense, which is more special, but (may be) less attractive for people?

it's about time!

Rabu, 27 April 2011

every words count!!

apa yang udah diucapkan, nggak akan bisa ditarik lagi. mau diralat, boleh. tapi nggak akan ngubah apa-apa.


so please, don't say any words unless you mean it.

Selasa, 08 Maret 2011

trip to Malacca


That was an amazing week!! Saya dan sahabat-sahabat jalan saya: Toni, Tara, Alfath, dan Tata jalan-jalan ke Malaka dan Singapura untuk studi banding. Yeeyy..!! Banyak yang bisa saya pelajari dari dua kota ini. Dan banyak cerita yang saya dapat. Those are the most amazing 5 days of my last school year.

Day 1 : Surabaya – KL – Melaka

Tanggal 3 Maret 2011 saya berangkat ke Melaka. Pesawat berangkat jam 10 pagi, jadi saya dan teman-teman sepakat ngumpul di Juanda jam 7 pagi. This is my first time going abroad. Dagdigsugser.

Hari ini juga ulang tahunnya Tata. Saya keterlaluan karena paginya Tata berangkat bareng saya dan saya sama sekali lupa! Dan ehem, Tara ngasih kado di bandara. J Setelah nunggu sampe jam 10 kurang, akhirnya masuk ke waiting room, dan kami terbang ke KL!!

Perjalanan 2 jam lumayan lama juga buat saya karena nggak banyak yang bisa dikerjakan di pesawat. Turun dari pesawat, Alfath ngambil foto kami turun dari pesawat yang nggak lama kemudian disemprit sama petugas bandara. Rupanya nggak boleh foto-foto di runway. Sekedar informasi, hindari foto-foto di runway kalo nggak mau disemprit petugas.

Karena kami naik Air Asia, kami turun di LCCT (Low Cost Carrier Terminal). Sebelumnya, kami berencana untuk main-main di KLIA, baru berangkat ke Malaka dari sana. Tapi ternyata nggak ada bus ke Malaka yang berangkat dari sana. Padahal, informasi yang saya dapat di internet bilang kalo semua bus berangkat dari KLIA. Dari sini, ada satu pelajaran yang harus diambil. Jangan percaya semua yang ditulis di internet. Dan usahakan buat nyiapin rencana cadangan. Untungnya, ada 1 bus yang mau dinegosiasi supaya kami bisa langsung berangkat dari KLIA dengan biaya MYR 22 atau sekitar 66000 rupiah per orang.

Perjalanan dari KLIA ke Melaka makan waktu hampir 3 jam. Bus di sini bagus-bagus. Dingin, nyaman, dan cepat. Kami berhenti di Melaka Sentral yang jaraknya sekitar 6 km dari kota tua Melaka. 6 km dan tas 6 kg bukan komposisi yang bagus, jadi kami memutuskan untuk naik taksi. Yang bikin saya kaget, ternyata taksi di surabaya lebih oke dan lebih meyakinkan daripada taksi di Melaka. Supir Melaka juga kurang ramah dan kurang rapi. Dan yang lebih parah lagi adalah cara nyetirnya. Kalo punya penyakit jantung, it's not a recommended way. Trust me.

Kami menginap di Hostel Jalan-Jalan di Jalan Tukang Besi. Tempatnya sederhana tapi highly recommended! Bersih, pelayanannya bagus, pas di tengah kota tua, dan lain-lain. Kalau mau ke Melaka, mending nginep di sini. Oh ya, yang punya namanya Sam. Sayang saya nggak punya fotonya. :p

Abis naruh barang dan mandi, kami keluar lagi buat overview kawasan (Gilak! Kayak mau survey!) dan berakhir di rumah makan india yang super ajaib. Makanannya enak, tapi pelayanannya aneh. Ah, itu saya tulis di cerita lain aja.

Secara keseluruhan, kesan pertama saya tentang Malaka adalah, kota ini bener-bener cantik. Sepanjang perjalanan nggak bisa berhenti bilang wow, cantik, wih, astaga, ckckck, dan sejenisnya. You better see it yourself!



Rabu, 02 Maret 2011

dagdigdugser

tomorrow is the big day. as I quote from Tara, "it's been 2 years since we saw the announcement paper in our class."

yaaaayyaaaayyaaaayyaaaayyaaaayyaaaayyyyyy.....!!!!!!
see y'all!!

Selasa, 01 Maret 2011

stolen spotlight

have you ever felt like there's no place for you in the spotlight? when everything is just not for you? I have been there, and that's my bad. sorry for not being that attractive.


but you know what? there's nothing bad for being in the shadow. for me, that means a million times better place to do whatever I want, reach my dreams, and find my own way.





well, I'm just saying..

Senin, 28 Februari 2011

should I?

kadang itu yaaa.. saya suka bingung mau ngobrol sama orang atau ndak. apalagi kalo orang yang pingin saya ajak ngobrol itu, orang yang saya rasa pernah saya sakiti. rasa bersalahnya itu yang bikin ngerasa nggak enak banget. mau ngobrol apa ya??


so here I am, just staring at your name, thinking a million times hoping you'll start that chatting bar. or just being offline. cheerio!!

satu tahun yang tertunda

udah tinggal minus sekian dari rencana besar saya pertama tahun ini. sebenerya, rencana ini udah saya susun sejak tahun 2008 supaya bisa terwujud di 2010. tapi karena satu dan banyak pertimbangan lain, rencana (dan keinginan) ini baru bisa dikerjakan tahun ini. satu tahun tertunda, tapi nggak mengurangi excitement saya.

yaaaayyyy..!!!

Sabtu, 26 Februari 2011

shut your mouth if you can't say one right thing

anything could happen from this thing. your mouth is your biggest weapon. you can cure or hurt someone in the same time. and i'm really sorry for that.

Kamis, 24 Februari 2011

kiddo

See that little cute kid in the picture? That's me. She smiled like there's nothing to worried about. Sometimes, I wish I could back to that time. When I took my time easily, imagined almost about everything, just being so free.

I am 21 years old now, and things are not the same anymore. There are consequences in everything I do, logical considerations, job, work, friends, love, education, future... Those are things I cannot avoid. No one could. But still, it's a choice. A little kid with a big girl's stuffs, or a big girl with a kid's wisdom within?

Rabu, 23 Februari 2011

1 a.m.

Saya menulis postingan ini di jam 1 pagi.

Jam 1 pagi buat saya adalah jam yang paling penting dalam 24 jam karena kadang terpikir oleh saya bahwa apa yang saya lakukan di jam 1 pagi bakal berpengaruh sama hidup saya di jam-jam selanjutnya. Biasanya, kalau jam segini saya belum tidur, jam 1 siang besok saya bakal ngantuk (padahal besok ada kuliah tekno).


Sialsialsialsialsialsialsialsialsial!!!

Sabtu, 19 Februari 2011

dua laki-laki sebelum ini.

sejak kecil, saya bukan orang yang paling mudah bergaul di keluarga saya. saya nggak kayak kakak saya yang bisa mencuri perhatian orang-orang karena keceriaan dan keramahannya. saya cenderung menjadi anak yang tertutup, dingin, dan susah didekati. waktu TK, SD, teman saya nggak banyak. bisa dihitung dengan jari. dan lebih parah lagi, saya hampir lupa wajah mereka.

masuk SMP, saya punya beberapa teman geng. baru kali ini saya merasa punya teman. bukan sahabat, karena saya cenderung belum mau terikat secara emosional dengan siapa pun. teman dengan banyak kesamaan, lah.. karena nggak beberapa lama saya pindah, hubungan dengan teman satu geng tadi pun terputus. sedih? yah, mungkin lebih tepatnya takut nantinya saya nggak bisa dapet kawan-kawan kayak yang sebelumnya. dan benar! di tempat yang baru, saya sempat dimusuhi, dijauhi, dan cuma punya sedikit teman. dari sini saya benar-benar sadar makna pepatah "membuat 1000 musuh lebih mudah daripada membuat 1 teman".

baru pas SMA saya punya sahabat, banyak teman, dan beberapa "crush". yang paling spesial adalah dua laki-laki yang benar-benar mengerti saya luar dalam. mereka berdua laki-laki. kami bersaing, bercanda, dan belajar banyak hal bersama-sama. ikatan emosional kami tidak terbantahkan. saya bisa menceritakan banyak hal kepada mereka. susah sedih dibagi bersama. sampai saat ini. dua laki-laki ini memang bukan orang yang bisa diajak hang out -percaya atau tidak, saya belum pernah main ke rumah dua orang ini- tapi mereka bisa diajak bicara apapun.

terima kasih kepada dua sahabat saya ini, mereka bisa menghancurkan kekakuan saya untuk menerima orang lain secara emosional. dua laki-laki ini berhasil bikin saya sadar kalau saya butuh orang lain di samping saya. karena mereka juga, saya berhasl meyakinkan diri saya sendiri untuk menerima laki-laki yang ada di samping saya sekarang.

Selasa, 25 Januari 2011

it was supposed to be...

it was supposed to be how i have imagined for these years.

it was supposed to be a great adventure.

the further the walk, the more scenery i saw, the more i lost.


this writing is nothing but a silent note.
just words.
it's been a long silence for me.

Sabtu, 01 Januari 2011

dog days are over

image courtesy of Andrea Daquino


Happiness hit her like a train on a track
Coming towards her stuck still no turning back
She hid around corners and she hid under beds
She killed it with kisses and from it she fled
With every bubble she sank with her drink
And washed it away down the kitchen sink

The dog days are over
The dog days are done
The horses are coming
So you better run

Run fast for your mother, run fast for your father
Run for your children, for your sisters and brothers
Leave all your love and your longing behind
You cant carry it with you if you want to survive

The dog days are over
The dog days are done
Can you hear the horses?
Because here they come

And I never wanted anything from you
Except everything you had and what was left after that too, oh
Happiness hit her like a bullet in the head
Struck from a great height by someone who should know better than that

The dog days are over
The dog days are done
Can you hear the horses?
Because here they come

Run fast for your mother, run fast for your father
Run for your children, for your sisters and brothers
Leave all your loving, your loving behind
You cant carry it with you if you want to survive

The dog days are over
The dog days are done
Can you hear the horses?
Because here they come

The dog days are over
The dog days are done
The horses are coming
So you better run

[Dog Days Are Over - Florence+The Machine]




Lagu ini jadi soundtrack saya untuk memulai tahun baru 2011. Nggak boleh lagi ada usaha yang stagnan. Semuanya harus lebih baik dari sebelumnya. Resolusi? Ah, saya cuma punya mimpi. Dan saya akan mencari semua cara yang mungkin untuk mencapai mimpi itu. Ambil semua kesempatan, nggak ada waktu untuk ragu atau takut. Nggak ada yang bisa dicapai tanpa usaha.

What doesn't kill you, will make you stronger.
I'm not killed in 2010, so I'll be stronger in 2011.


HAPPY NEW YEAR, everyone.